KALBE LUNCURKAN RISTEKDIKTI-KALBE SCIENCE AWARDS

Author: SuperUser Account | Posted: 3/16/2016 | Views: 1703

 

Optimalisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa

 

Jakarta, 15 Maret 2016 – PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerjasama  dengan Kementerian Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) hari ini meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards sekaligus mengadakan forum diskusi RKSA bertema “Optimalisasi dan Komersialisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa” di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta Selatan. Program RKSA yang telah diselenggarakan keenam kalinya sejak tahun 2008 ini adalah program penghargaan bagi para peneliti terbaik di Indonesia yang telah berkontribusi aktif di dunia penelitian dan pengembangan khususnya bidang kesehatan dan life science.

“Kita memerlukan sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri dan pemerintah (ABG) untuk mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang memiliki nilai tinggi secara komersial dan bermanfaat bagi masyarakat luas,“ ujar Pre Agusta, Ketua Umum Panitia Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2016. “Sebagai perusahaan yang percaya bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa, Kalbe akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi di masyarakat,” lanjut Pre Agusta. 

Pembicara dalam forum diskusi hari ini adalah Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK. (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman), Dr. Muhammad Dimyati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti), Dr. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc (Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM), Prof. dr. Singgih Riphat (Staf Ahli Menteri Keuangan), Dr. Heni Rachmawati (Pemenang II RKSA 2014, Peneliti Sekolah Farmasi ITB) dan FX Widiyatmo (Head of Business Development PT Kalbe Farma Tbk), dengan Moderator Prof. Dr.Yahdiana Harahap, MS, Apt. (Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia).

Kegiatan RKSA 2016 bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada peneliti Indonesia yang memiliki dedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan. Dalam RKSA 2016 bidang kajian penelitian yang dapat disertakan meliputi Bahan Obat/Sediaan Obat (Bioteknologi, Kimia Medisinal, Kimia Bahan Alam/Teknologi Farmasi), Diagnostik dan Metode Pengobatan, Pangan Fungsional.

Ada dua penghargaan dalam program RKSA 2016 yakni Best Research Awards, untuk hasil penelitian terbaik pada bidang-bidang penelitian bidang life sciences dan teknologi kesehatan dan Young Scientist Award, untuk peneliti muda Indonesia yang berprestasi atas kiprahnya dalam melaksanakan berbagai penelitian dalam bidang life sciences dan teknologi kesehatan

Adapun Dewan Juri RKSA 2016 adalah Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK. (Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman), Dr. Muhammad Dimyati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti), Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt. (Profesor Riset BPPT & Rektor Universitas Pancasila), Prof. Dr. Yeyet Cahyati Sumirtapura, DEA, Apt. (Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung), Prof. dr. Sofia Mubarika, H,M. Med.Sc, Ph.D (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada), Prof. Maggy Thenawidjaja Suhartono, Ph.D (Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor), Prof. Dr. Yahdiana Harahap, MS, Apt. (Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia).

Kriteria Penilaian yang digunakan dalam penilaian RKSA 2016 terbagi menjadi dua kategori yakni untuk Best Research Awards kriteria yang digunakan adalah kualitas penelitian yang meliputi: orisinalitas, kebaruan; manfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pengaruh atau dampak penelitian ; paten atau hak cipta;  Hibah/grant kompetitif yang pernah didapatkan.  Sedangkan untuk penilaian Young Scientist Award adalah publikasi dan jenis publikasi yang pernah diterbitkan; pengaruh atau dampak penelitian; penghargaan kompetitif sebagai peneliti dan hibah/grant kompetitif yang pernah didapatkan.

Sosialisasi dan pendaftaran peserta program RKSA dimulai 15 Maret 2016 sampai dengan 3 Juni 2016 dimana setiap peserta wajib mengirimkan berkas penelitian antara lain formulir pendaftaran, profile peserta, ringkasan penelitian dan full paper penelitian, foto diri dan lain sebagainya yang semuanya dapat diunduh di www.kalbe-rksa.com


Sekilas tentang Kementerian Riset dan Teknologi

Kementrian Riset, Tekologi dan Pendidikan Tinngi Republik Indonesia (Kemenristekdikti  RI) berdiri sejak tahun 1962 dengan nama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia. Kemenristekdikti mempunyai visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Kemenristekdikti juga memiliki misi: meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas; dan meningkatkan kemampuan Iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.


Sekilas tentang Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, Fatigon, dll) dan minuman kesehatan (Hydro Coco, Extra Joss, Nitros); divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 20 anak perusahaan, 9 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan lebih dari 17.000 karyawan, yang tersebar di lebih dari 71 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).

Print

❮❮ Return to previous page