BERITA

KALBE DORONG HILIRISASI PENELITIAN DI INDONESIA

Author: Admin RKSA B | Posted: 5/16/2018 | Views: 130

Jakarta, 3 Mei 2018 - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bekerjasama  dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) hari ini meluncurkan program Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018 sebagai program pengembangan penelitian melalui pemberian dana penelitian yang terkait kesehatan, farmasi, pangan fungsional, teknologi informasi dan life science. Acara peluncuran RKSA 2018 ini diselenggarakan bersamaan dengan diskusi bertema “Strategi Hilirisasi Hasil Penelitian Untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat” di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta Selatan.   

“Kita memerlukan sinergi yang harmonis antara semua elemen bangsa, khususnya akademi, industri dan pemerintah (ABG) untuk mampu bersaing sekaligus mewujudkan hasil penelitian yang memiliki nilai tinggi secara komersial dan bermanfaat bagi masyarakat luas,“ ujar Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. “Kalbe percaya bahwa inovasi dan penelitian adalah kunci penting bagi kemajuan bangsa, dan Kalbe akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menumbuhkan budaya inovasi,” lanjut Vidjongtius.

Diskusi RKSA di Jakarta yang berikutnya juga diselenggarakan di Yogyakarta dan Surabaya, merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi antara Akademisi, Industri dan Pemerintah dalam mengembangkan penelitian khususnya hilirisasi penelitian sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Seperti diketahui ada beberapa tantangan bagi perguruan tinggi dalam melakukan penelitian sampai ke tahap komersial antara lain masalah birokrasi/regulasi, keterbatasan dana, kualitas dan penyebaran SDM (peneliti), infrastruktur dan fasilitas labolatorium.

Adapun narasumber diskusi antara lain Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc. - Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti; dr. Boenjamin Setiawan, PhD - Founder PT Kalbe Farma Tbk; Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D, Sp.MK. - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman; Dr Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng - Kepala Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Juliati S.So, Apt. M. Biomed - Kepala Subdirektorat Registrasi Obat Baru dan Produk Biologi BPOM dengan Moderator Pre Agusta - Direktur Manufaktur PT Kalbe Farma Tbk.

RKSA 2018 yang telah diselenggarakan dua tahun sekali oleh Kalbe sejak 2008 adalah program apreasiasi bagi para peneliti di Indonesia, dan tahun 2018 program ini difokuskan pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan bagi para peneliti Indonesia.  Bidang kesehatan yang dipilih tersebut meliputi 3 kategori yaitu Kategori 1 bidang farma, biofarma dan sel punca, Kategori 2 bidang e-health, alat kesehatan, diagnostik, dan Kategori 3 bidang makanan dan minuman kesehatan, produk bahan alam. Total dana penelitian akan diberikan kepada 3-5 proposal terpilih dengan nilai Rp 1,5 milyar. 

Seleksi proposal penelitian terbagi menjadi dua yakni pra proposal dan presentasi proposal.  Penilaian proses pra proposal meliputi tujuan penelitian, abstraksi, timeline, budget dan tahapan penelitian.  Sedangkan pada proses presentasi proposal, peneliti harus mempresentasikan proposalnya meliputi faktor kesesuaian dengan pra proposal, detail penelitian (latar belakang, metode, hipotesa), hasil yang diharapkan, detail budget dan detail timeline.  Dari proposal yang terpilih akan dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

Sosialisasi dan pendaftaran peserta (pra-proposal) program RKSA dimulai 3 Mei 2018 sampai dengan 8 Juli 2018 dimana setiap peserta terlebih dahulu membuat akun di website RKSA, melengkapi form data diri, mengisi form pra-proposal dan mengunggah softcopy surat pengesahan dari institusi dan surat pernyataan yang telah ditandatangani dan lain sebagainya. Semua informasi mengenai RKSA 2018 dapat dilihat di www.kalbe-rksa.com

Sekilas tentang Kementerian Riset dan Teknologi

Kementrian Riset, Tekologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti  RI) berdiri sejak tahun 1962 dengan nama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia. Kemenristekdikti mempunyai visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Kemenristekdikti juga memiliki misi: meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan tinggi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas; dan meningkatkan kemampuan Iptek dan inovasi untuk menghasilkan nilai tambah produk inovasi.

Sekilas tentang Kalbe

PT Kalbe Farma Tbk (“Kalbe”) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam; divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll); divisi obat bebas (Woods, Promag, Mixagrip, Komix, Fatigon, dll) dan minuman kesehatan (Hydro Coco, Extra Joss, Nitros); divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll); dan divisi distribusi. Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan, 14 fasilitas produksi berstandar internasional, dan mempekerjakan lebih dari 17.000 karyawan, yang tersebar di lebih dari 72 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX:KLBF).


 


Print

 

Comments
Leave a Comment
(not displayed)
CAPTCHA image
Enter the code shown above:

❮❮ Return to previous page