Profile Pemenang Juara 2 Best Research 2014

  • Nama : Dr. Heni Rachmawati,Apt.,M.Si
  • TTL : Semarang, 12 Desember 1969
  • Jabatan : Lektor Kepala 
  • Institusi : Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung
  • Alamat : Jl.Ganesha 10 Bandung
  • Email : mh_rachmawati@fa.itb.ac.id

Pendidikan

No.

Tingkat

Jurusan

Nama & Tempat
Perguruan Tinggi

Tahun Lulus

1

Sarjana

Farmasi

Institut Teknologi Bandung, Indonesia

1992

2

Apoteker

Farmasi

Institut Teknologi Bandung, Indonesia

1994

3

Master

Farmasi

Institut Teknologi Bandung, Indonesia

1998

4

Doktor

Farmasi

Universitas Groningen, Belanda

2005

5

Postdoctoral

Farmasi (Nanomedicine)

Free University Berlin

2009

6

Postdoctoral

Nanomedicine

National University of Singapore

2010

 

Pengalaman Profesional

No.

Tahun

Posisi

Bidang Pekerjaan

Perusahaan/Institusi

1

2014

Ketua Divisi Nanomedicine pada Pusat Riset Nasional untuk Nanoteknologi, ITB

Farmasi

ITB

2

2013

Ketua Divisi Nanomedicine pada Pusat Riset Nasional untuk Nanoteknologi, ITB

Farmasi

ITB

3

2012

Koordinator Penelitian dan Kerjasama Sekolah Farmasi ITB

Farmasi

ITB

4

2011

Koordinator Penelitian dan Kerjasama Sekolah Farmasi ITB

Farmasi

ITB

5

2010

Koordinator Penelitian dan Kerjasama Sekolah Farmasi ITB

Farmasi

ITB

6

2009

-

-

-

7

2008

Kepala Laboratorium Teknologi Farmasi Sediaan Solida

Farmasi

ITB

8

2007

Kepala Laboratorium Teknologi Farmasi Sediaan Solida

Farmasi

ITB

 

Bidang Ilmu Penelitian

Obat/Sediaan Obat

Judul Penelitian

Nanonization of curcumin, a low solubility natural active compound, improves physicochemical properties of curcumin followed by improved permeability and bioavailability as well as its biological activity in inhibiting the entry of all hepatitis C virus genotypes into human liver cells

Tahun Penelitian

2009-2013

Dampak/Aplikasi Hasil Penelitian

Berdasarkan data-data penelitian yang dilakukan, produk kurkumin nanokristal yang dikembangkan oleh peneliti utama mendapatkan izin edar oleh BPOM dan sudah dipasarkan oleh salah satu perusahaan farmasi di Indonesia sejak tahun 2012, dengan indikasi sebagai hepatoprotektor dengan peresepan dokter.

Produk tersebut di atas merupakan wujud nyata dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas dalam pemeliharaan kesehatan hati di mana penyakit hati merupakan salah satu penyakit mematikan yang banyak diderita masyarakat Indonesia dan juga dunia.

Pada kajian efektivitas yang lebih mendalam, bekerja sama dengan Pusat Penelitian Penyakit Infeksi yang ada di Hannover, Jerman, kurkumin nanokristal yang dikembangkan di Farmasi ITB menunjukkan efek yang menakjubkan dan lebih poten dibandingkan kurkumin bukan nano, sebagai antivirus hepatitis C (HCV), melalui penghambatan masuknya HCV ke sel hati yang menjadi target HCV dan awal terjadinya infeksi kronis yang sangat sulit penyembuhannya. HCV kronis yang tidak tertangani dengan baik akan berlanjut ke sirosis dan akhirnya kanker hati. Sudah banyak dokumentasi ilmiah menyebutkan bahwa HCV adalah penyakit infeksi yang mengancam jiwa penduduk dunia dan sampai sekarang belum ada vaksinnya. Oleh karena itu hasil penelitian ini tentunya sangat memberi harapan kepada masyarakat Indonesia pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya. Dengan sentuhan teknologi nano, kurkumin atau kunyit yang sudah sejak lama dikonsumsi sebagai bahan tambahan dalam makanan, serta kemudian digunakan sebagai obat tradisional yang harganya sangat terjangkau dan mudah diperoleh di Indonesia, menjadi suatu produk modern untuk rakyat yang tak ternilai harga dan manfaatnya. Teknologi nano telah berhasil mengangkat nilai guna terapi kunyit untuk beragam penyakit.


 Abstrak Penelitian

Curcumin, a naturally occuring polyphenolic phytoconstituent, is isolated from the rhizomes of Curcuma longa Linn. The use of curcumin is dilemmatic by limitation of its poor aqueous solubility in acidic or neutral conditions and instability in alkaline pH. Purpose: To improve the therapeutic value of curcumin by applying nanotechnology. Methods: Curcumin nanocrystals were prepared using high-pressure homogenization (HPH). The nanoparticles were characterized with regard to size, surface charge, shape and morphology, thermal property, and crystallinity. Further, evaluation on its pharmacokinetic and bioavailability was performed in animal model after oral and intraperitoneal administrations. The activity of nanocurcumin was done in vitro for antiviral effect.  The antiviral activity of nanocurcumin was evaluated using HCV pseudo-particles (HCVpp) and cell-culture-derived HCV (HCVcc) in hepatoma cell lines and primary human hepatocytes. The mechanism of action was dissected using R18-labelled virions and a membrane fluidity assay. Results: Curcumin nanocrystal developed using HPH has particle size in the range of 500-700 nm. Curcumin nanocrystal showed dramatically improved bioavailability after oral and intraperitoneal administrations as compared to curcumin. This better biovailability was followed by enhanced antiviral activity. Curcumin treatment had no effect on HCV RNA replication or viral assembly/release. However, co-incubation of HCV with nanocurcumin potently inhibited entry of all major HCV genotypes. Similar antiviral activities were also exerted by other curcumin derivatives but not by tetrahydrocurcumin, suggesting the importance of a,ß-unsaturated ketone groups for the antiviral activity. Expression levels of known HCV receptors were unaltered, while pretreating the virus with the compound reduced viral infectivity without viral lysis. Membrane fluidity experiments indicated that curcumin affected the fluidity of the HCV envelope resulting in impairment of viral binding and fusion. Curcumin has also been found to inhibit cell-to-cell transmission and to be effective in combination with other antiviral agents. Conclusion: Nanonization of curcumin improves oral bioavailability of curcumin. The particle size reduction is the main factor responsibe for this as confirmed by maintaining the degree of crystalinity. Nanocurcumin shows better inhibition on HCV entry independently of the genotype and in primary human hepatocytes by affecting membrane fluidity thereby impairing virus binding and fusion.

Nama Peneliti

  1. Heni Rachmawati
  2. Rachmat Mauludin (Dosen SF ITB)
  3. Aditya Trias Pradana (lulus program S2)
  4. Citra Ariani (lulus program S2)
  5. Dewa Ken Budiputra (lulus program S2)
  6. Anggakusuma

Nama Peneliti mitra di Twincore (Research Institute of Infectious Disease) dan Universitas Berlin, Jerman

  1. Rainer Mueler (Berlin)
  2. Cornelia M.Keck (Berlin)
  3. Loay Al Shaal (Berlin)
  4. Ejke Steinmann (Hannover)

 

Penghargaan yang pernah Didapatkan

  1. Travel grant from ICS-UNIDO (International Center for Science and High Technology – United Nations Industrial Development Organization), Italy 2009: Development of curcumin nanocrystal for oral application.
  2. Best research paper in the field of pharmaceutical technology, Indonesian Apotheker Association Congress, Indonesia 2010. Oral bioavailability improvement of curcumin nanocrystal.
  3. Best poster in the field of pharmaceutical technology: “Development of curcumin nanocrystal and study on the anti-inflammatory effect in male Wistar rat”, 5th conference of Asian Association of School of Pharmacy, Bandung Indonesia, 16-19 June 2011.
  4. Dosen berprestasi ITB 2013
  5. Dosen berprestasi II Tingkat Nasional 2013

Publikasi yang pernah Diterbitkan

  1. Heni Rachmawati, Loay Al Shaal, rainer Mueller, Cornelia M.Keck, Development of nanocrystal: physical aspects. Journal of Pharmaceutical Sciences, 102(1), 2013, 204-214. (Impact factor 3,5)
  2. Heni Rachmawati, Curcumin nanoforms promise better therapeutic values, review, International Journal of Research in Pharmaceutical Sciences, 2013, 4(2), 211-220. (Terindeks SCOPUS)
  3. Heni Rachmawati, Citra Ariani Edityaningrum, Rachmat Mauluddin; 2013; Molecular inclusion complex of curcumin-ß-cyclodextrin nanoparticle to enhance curcumin skin permeability from hydrophilic matrix gel,  American Association of Pharmaceutical Sciences PharmSciTech, 2013, 14(4):1303-12 . (Impact Factor = 1.906).
  4. Anggakusuma, Colpitts CC, Schang LM, Rachmawati H, Frentzen A, Pfaender S, Behrendt P, Brown RJ, Bankwitz D, Steinmann J, Ott M, Meuleman P, Rice CM, Ploss A, Pietschmann T, Steinmann E, Turmeric curcumin inhibits entry of all hepatitis C virus genotypes into human liver cells, GUT, 2013. (Impact factor = 10,5)
  5. Heni Rachmawati, Dewa Ken Budiputra, Rachmat Mauludin, Curcumin nanoemulsion for transdermal application: formulation and evaluation, Drug Development and Industrial Pharmacy, 2014, early online. (Impact factor = 1,5)